Entrepreuner adalah pembangun, dan lensa yang saya pakai untuk memandang Starbucks dan pasar agak berbeda dari lensa yang akan saya gunakan andaikata saya seorang manajer hasil sebuah pelatihan profesional-Howard Schultz
Mungkin kita tidak asing mendengar kisah Super Hero "Batman"... ya, dia adalah pahlawan yang dibutuhkan ketika terjadi suatu kekacuan, ketika Godham City mengalamai kekacuan, Batman akan datang untuk membantu,. sama seperti kisah seorang Entrepreuner Howard Schultz (CEO Starbucks) paling disegani ini bisa dikatakan jantung hidupnya Starbucks hingga sampai saat ini Starbucks tumbuh menjadi bisnis raksasa dunia yang menciptakan Coffe-Experience luar biasa pada setiap pelanggan,.
ya, Howard Schultz memang sempat meninggqalkan jabatan CEO nya dan beralih menjadi Chairman di Starbucks. Jelas Tanggung Jawab dan Tugas CEO dengan Chairman berbeda,. bahkan beliau (Howard) walaupun diberi ruangan ekslusif perisis seperti CEO dengan jendela menghadap lautan Seattle, tapi dia begitu tampak asing di Starbucks karena dia sudah terbiasa bekerja sebagai CEO yang mengurus segala urusan Perusahaan.. sebagai Chairman tentu Howard dipercaya oleh Starbucks untuk merangkul Mitra-mitra Starbucks di Internasional.. seiring keberhasilan starbucks dalam berkspansi dengan terus-terusan membangun gerai-gerai ke setiap negara pendapatan Starbucks terus mengingkat, Mitra-mitra starbucks terus berpacu seperti lari marathon, hingga pada suatu titik tertentu mereka terpikir sambil berlari-lari "UNTUK APA KAMI BERLARI" ??? pada saat-sat tersebut Starbucks akhirnya berada pada titik belok atau seperti kata CEO nya Jim "Titik Kritis" tentu bagi seorang entrepreuner masa-masa titik kritis adalah suatu ujian yang sangat menentukan, yang akan gagal andai tidak dapat bercermin, mengakui kekurangan-kekurangan, dan yang paling penting menjalanai "TRANSFORMASI" atau bahkan perubahan yang mengguncang tatanan. disinilah kemampuan seorang Entrepreuner dibutuhkan!
selagi masa-masa titik kritis itu, terjadi Dual Opinion antara CEO Jim dan Howard,. kenapa? apa penyebabnya? ya, "SANDWICH",. ada apa dengan Sandwich ???? gara gara makanan sarapan ini Store Experience Starbucks hilang mutunya, tentu Starbucks akan kehilangan unsur magisnya dan menyimpang dari warisannya, dan akan mengancam kelangsungan Starbucks di masa depan, seperti itu menurut Howard,.. akan tetapi Jim selaku CEO tetap kukuh bahwa Sandwich sangat mempengaruhi pendapatan Starbucks, Jim melihat di setiap kuartal keuangan, permintaan Starbucks terus tumbuh, jadi menurutnya Sandwich harus dipertahankan..

seiring berjalannya waktu, Howard mencium bahwa Aroma Sandwich telah mengalahkan aroma dari Kopi Espresso,. Ini bahaya!Saya Tidak tahan lagi! keju yang ada pada sandwich jika dipanaskan hingga cair baunya tidak enak dan sangat mengganggu,... setelah melalui pembicaraaan, akhirnya diputuskan Starbucks melakukan eksprimen dengan oven yang berbeda, melatih kembali para barista untuk lebih sering membersihkan oven dan mengganti kertas roti yang diapakai untuk mengalasi Sandwich. dan Waktu masak dikurangi guna mencegah keju meleleh.. pabrik-pabrik diminta merancang ulang oven2 agar pembakarannya tidak sampai masuk ke udara bebas,v orang operasi mencoba menyempurnakan pemanasan ruangan, ventilasi dan sisitem pengatur suhu utnuk mengenyahkan bau tidak sedap dari udara.
Whoooooppppssss !!! dari semua langkah yang telah dilakukan Starbucks,. TIDAK ADA YANG BERHASIL
ketidaksepakatan internal soal manfaat Sandwich terus meningkatkan ketegangan diantara pejabat-pejabat senior perusahaan.. masalah cuma ada dua bagi Starbucks: apakah tetap mengikuti data pelanggan atau mengikuti naluri Howard... hilangnya aroma kopi, praktik resteaming terhadap susu, mesin espresso yang terlalu jangkung, daftar itu semakin panjang dan membuat frustasi,. hal hal negatif semacam itu, kendati masing masing hanya sedikit, sama seperti mencabut benang helai demi helai dari tenunan, yang pada akhirnya akan membuat perusahaan gulung tikar. Saya melihatnya. Saya merasakannya. saya tidak dapat mengabaikannya, ucap Howard.
setelah beberapa bulan, Howard tidak melihat perubahan yang cukup baik didalam perusahaan maupun di gerai gerai starbucks. hari demi hari kekecewaan semakin berkembang menjadi amarah, dan kadang-kadang kengerian, bahwa Starbucks akan kehilangan peluang untuk mengembalikan keajaiban itu. itulah saat ketika Howard mulai dengan serius untuk mempertimbangkan apakah saat kembali sebagai CEO sudah tiba.

Gerai Pertama Starbucks 1971
dikutip dari buku : Onward